Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita temui orang yang suka menyalahkan zaman (masa). Seakan-akan, zamanlah yang paling bertanggungjawab terhadap kekurangan-kekurangan yang ada saat ini. "Zaman ini zaman edan (gila)", katanya. Sehingga melakukan perbuatan yang edan dianggap sah-sah saja, karena memang sudah zamannya.Suatu ketika, saya bersama beberapa teman membicarakan terntang sejarah Rasulullah. Sampailah kami pada kesimpulan, betapa sungguh-sungguhnya Rasulullah dan para sahabat dalam melakukan kebaikan dan perbaikan di muka bumi ini pada zaman mereka.
Kemudian ada seorang teman yang mengungkapkan lamunannya, "Duhai, alangkah indahnya ya, kalau saya hidup semasa dengan Rasulullah." Sejenak semua yang hadir saat itu terdiam. Mungkin ikut berandai-andai tentang keindahan hidup semasa dengan Rasulullah.
Di tengah keheningan saya balik bertanya, "Apa indahnya, jika saudara hidup semasa dengan Rasulullah, namun saat itu Saudara adalah kawan dekat Abu Jahal?" keadaan kemudian hening kembali. Barangkali masing-masing melanjutkan lamunannya.
Menurut saya, hidup di mana, dan di masa yang mana, bukanlah itu yang penting untuk dipikirkan. Yang sangat penting adalah, kapan dan di manapun kita berada, kita mampu tampil sebagai hamba Allah yang terbaik. Menurut Saudara bagaimana?








