“Semoga di tahun baru ini kita semakin sadar bahwa bertambahnya waktu berarti semakin jauh kita dari dunia ini, dan semakin dekat kita pada akhirat. Ya Rabb…. bantu hamba mengumpulkan bekal, jangan lenakan hamba dengan dunia yang fana. Amiin." (from My sister)
Monday, December 29, 2008
Selamat Tahun Baru 1430 Hijriyah
Friday, December 26, 2008
Friday, December 12, 2008
Kembalilah
Sahabatku..
Ingatkah Engkau,
betapa luas kasih sayangNya kepadamu,
kasih sayang yang tiada henti, tiada tepi.
Kasih sayang yang membuat kau terlahir,
tumbuh dan hidup hingga saat ini...
Kasih sayang yang selalu mengalir,
untukmu, di sepanjang hidupmu.
Namun, kenapa kau selalu menjauh dariNya,
hingga terasa berat bagimu
untuk kembali kepadaNya
Sahabatku..
Janganlah berputus asa!.
Kembalilah!..
Kapan saja kau kembali
sungguh pintuNya selalu terbuka.
Kapanpun kau minta maaf
maafNya-pun selalu tersedia untukmu.
Kecuali, jika nyawamu sudah di tenggorokan.
Monday, June 16, 2008
Kelembutan & Rasa Sayang
Tiada yang lebih menyejukkan hati selain kelembutan dan rasa sayang. Tapi kenapa hal-hal yang bisa dilakukan dengan penuh kelembutan dan rasa sayang mesti dilakukan dengan kekerasan dan kebencian?. Apalagi kelembutan tidak usah membeli dan rasa sayang sudah ada pada setiap diri.
Luruskanlah, dengan tanpa mematahkannya!. Perbaikilah, dengan tanpa merusak satupun dari sisi-sisinya!
Wednesday, May 28, 2008
Menulis Di Atas Pasir
Kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan mereka bertengkar dan salah seorang tanpa dapat menahan diri menampar temannya. Orang yang kena tampar merasa sakit hati, tanpa berkata-kata dia menulis di atas pasir: "HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU."
Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang untuk menyejukkan galaunya. Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Namun, ternyata oasis tersebut cukup dalam sehingga ia nyaris tenggelam, dan diselamatkanlah ia oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: "HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU."
Si penolong yang pernah menampar sahabatnya tersebut bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?." Temannya sambil tersenyum menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila dalam antara sahabat terjadi sesuatu kebajikan sekecil apa pun, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tetap terkenang tidak hilang tertiup waktu."
Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu. Marilah kita belajar menulis diatas pasir!
(12 May 2003//eSGe)
Tuesday, May 06, 2008
Pedoman Hidup Kita
Dengannya kita memulai, melangkah dan mengevaluasi diri. Ketenangan, kebahagiaan dan kesuksesan akan selalu menjadi milik kita, selama kita selalu berinteraksi dengannya.
Mengimani, membaca, memahami, mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain adalah bentuk interaksi dengannya.
Ketika kebahagiaan jarang kita rasakan, ketika kesuksesan tak kunjung kita raih, maka yang harus kita tanyakan adalah bagaimana interaksi kita dengannya selama ini?. Sudahkah kita membuktikan bahwa kita mengimani kebenarannya; berapa halaman kita membacanya setiap hari; sudahkah kita memahami isinya; sudahkah kita mengamalkan kandungannya; dan sudahkah kita turut mengajarkannya kepada orang lain, yang lebih tidak tahu dari kita?. Mari kita tanyakan pada diri kita masing-masing!.
Belajar Dari Lebah
Jika makan, ia makan yang baik. Jika mengeluarkan, ia keluarkan yang baik. Jika hinggap, rangting yang lapuk pun tidak patah karenanya. Itulah lebah, dalam kehidupannya sehari-hari.
Saturday, May 03, 2008
Berbuatlah!
Hidup Lebih Panjang
Kalau selalu hanya memikirkan diri sendiri, betapa singkatnya hidup ini. Namun kalau suka memikirkan orang banyak, berbuat yang terbaik bagi mereka, menghilangkan kesusahan mereka dan mengusahakan kebahagiaan bagi mereka. Maka hidup ini terasa panjang dan begitu berarti.
Ada amal jariyah di sana, ada pula ilmu yang bermanfaat. Yang pahalanya tetap mengalir meskipun pemiliknya sudah terkubur di bawah tanah.


