Saifurrahman
== Aku melihat air yang mengalir menjadi jernih ==

Friday, September 25, 2009

Perjuangan di Parlemen

Masa bakti Anggota DPRD Provinsi Sumsel tahun 2004-2009 telah berakhir, hal ini ditandai dengan dilantiknya anggota DPRD Provinsi Sumsel untuk masa bakti 2009-2014 pada tanggal 24 September 2009 kemaren. Ucapan ribuan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya sangat pantas diberikan kepada para wakil rakyat yang telah merampungkan pengabdiannya selama lima tahun, semoga Allah mencatatnya sebagai amal shaleh dan memaafkan kekurangannya. Ucapan selamat bertugas dan mengemban amanah rakyat dihaturkan kepada para anggota dewan yang baru saja dilantik.

Kalau ada yang mengatakan bahwa menuju kursi DPRD itu sangat sulit, maka ia juga perlu tahu bahwa istiqamah menjaga dan menjalankan amanah rakyat di kursi itu sangatlah lebih sulit. Sejauh mana seorang anggota mampu menggunakan kursi itu untuk melayani rakyat yang diwakilinya, membela dan memperjuangkan kepentingan mereka, menghadirkan kebahagiaan bagi mereka di dunia ini dan akherat nanti sesuai dengan fungsi, tugas, wewenang dan kewajibannya. Sejauh itu pula nilai dan prestasinya di hadapan Allah dan rakyatnya dapat ia raih.

Selamat berjuang, berikan yang terbaik dan bermanfaat bagi masyarakat. Jadikanlah DPRD sebagai sarana beramar makruf nahi munkar, menegakkan keadilan dan mewujudkan kesejahteraan bagi semua. Semoga Allah selalu membimbing kita semua!.

Sunday, September 20, 2009

Kembali ke Fitri

Rasa sedih dan senang menyatu dalam hati, mengiringi kepergian bulan penuh berkah dan menyambut hari fitri ini. Hati bersedih karena bulan yang penuh rahmat dan ampunan telah berlalu, sementara masih sangat sedikit amal yang telah diperbuat dan istigfar yang telah terucap. Hati senang karena telah mendapatkan bekal baru dari madrasah ramadhan untuk menjalani bulan-bulan yang akan datang dengan lebih baik lagi dari sebelumnya. Senang juga karena asma Allah begitu diagungkan dengan takbir, tahlil dan tahmid yang menggema di setiap penjuru, menggetarkan hati orang-orang yang beriman.

Terlepas dari rasa sedih dan senang yang bertarung di dalam hati, ada satu hal yang harus selalu kita ingat, yaitu nilai-nilai pendidikan ramadhan yang harus selalu terpatri di dalam hati sanubari kita, mengiringi setiap gerak langkah kita. Yaitu nilai tauhid, ketaatan dan kasih sayang. Nilai ini mengajarkan kepada kita untuk meyakini bahwa semua yang ada adalah ciptaan Allah, yang memiliki dan mengatur semuanya hanyalah Dia. Tidak ada suara sepelan apapun kecuali Ia mendengarnya, tidak ada yang terjadi kecuali atas izin-Nya, tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan-Nya, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dialah yang menciptakan kita dari sebelumnya tiada, menjadikan kita kuat, pandai dan kaya, di mana sebelumnya masing-masing kita terlahir dalam kedaan lemah, bodoh dan miskin. Karena itu, hanya Dia-lah yang kita sembah, mintai pertolongan dan menjadi tempat bergantung dalam hidup ini. Itulah tauhid sejati.

Ramadhan juga telah mengajarkan kepada kita nilai ketaatan, yaitu ketaatan semata-mata kepada Allah. Di siang hari, saat perut terasa lapar, tenggorokan begitu haus, di depan kita ada makanan yang enak dan minuman yang segar, dan tidak ada orang lain melihat kita saat itu. Namun kita tidah ambil makanan itu, tidak sentuh minuman itu, meskipun hawa nafsu sangat menginginkannya. Itu kita lakukan, semata-mata karena Allah melarang kita untuk makan dan minum di sing hari bulan Ramadhan. Seperti itulah ketaatan hakiki.

Kita juga dilatih untuk selalu menyayangi sesama, kita berikan makanan buka puasa, kita perbanyak shodaqah dan kita keluarkan zakat fitrah untuk kebahagiaan fakir miskin. Kita rasakan betapa berat penderitaan mereka yang kekurangan. Itulah kasih sayang yang diajarkan. Harus selalu diingat bahwa Islam mengajari kita untuk saling mencintai, menyayangi, berbagi dan menolong dalam hidup ini.

Kembali ke fitri berarti, dari hari ini dan hari-hari yang akan datang, kita penuhi diri kita dengan murninya tauhid, benarnya ketaatan dan penuhnya kasih sayang. Jangan sisakan lagi dalam diri ini sedikitpun ruang bagi kesyirikan, kemaksiatan dan kebencian. "taqabbalallah minna wa minkum. kullu 'aamin wa antum fi khair". semoga Allah menerima amal ibadah kita semua, sepanjang tahun semoga kita senantiasa berada dalam kebaikan. Amin...

Monday, September 07, 2009

Menggapai Mimpi

Tadi sore saya ditanya oleh seorang teman, tentang bagaimana cara mencapai suatu keinginan. Saya katakan padanya, ”Ada empat hal sangat menentukan. Yaitu adanya kemauan yang kuat, kesungguhan, kesabaran, keikhlasan dan izin Tuhan”.

Dengan kemauan yang kuat, kita akan selalu bersemangat untuk menggapai apa yang kita impikan. Dengan kesungguhan, kita akan bisa melewati setiap liku dan kesulitan. Dengan kesabaran, kita mampu terus maju meski seribu rintangan menghadang. Dengan keihklasan, kita akan mampu tetap tersenyum meski banyak yang mencaci langkah yang kita jalani. Dan dengan izin Tuhan, segalanya menjadi sangat mudah untuk kita dapatkan. Selamat berjuang!

Friday, August 28, 2009

Perpisahan Akan Segera Tiba

Ya Allah… begitu bahagia hati ini, di bulan penuh berkah ini. Suasananya begitu menyenangkan. Membuat hati ini hidup, merasa tenang, nyaman dan tentram. Di sini hamba bisa mengevaluasi diri dan berlatih untuk bersabar dan bersungguh-sungguh di jalan-Mu.

Hamba merasa, begitu sangat sedikitnya telah beramal di bulan mulia ini. Belum pantas rasanya mendapat ampunan dan surga-Mu dengan kedaan seperti ini. Namun ke mana lagi hamba berharap ya Tuhanku?

7 hari telah berlalu. Mulai terasa begitu dekatnya perpisahan akan tiba, saat bahagia segera berlalu. Begitu sedih dan terhiris hati ini jika mengingat itu. Sementara dosa-dosa begitu banyaknya. Akankah hamba bertemu dengan ramadhan-Mu yang akan datang ya Tuhanku?

Monday, June 22, 2009

Bersama Dengan Keikhlasan

Ternyata, pintu kebahagiaan hati yang paling lebar adalah keikhlasan. Yaitu ikhlas ketika bertemu dan berteman. Mengingatkan dan menasehati. Memperhatikan dan membantu. Menjelaskan dan membela. Bahkan ikhlas ketika berjauhan dan berpisah.

Keikhlasan itu membuat perasaan terasa lapang dan hati menjadi bahagia. Keikhlasan juga membuat yang biasa-biasa menjadi istimewa, sebagaimana yang sederhana menjadi sangat berharga.

Ketika keihlasan hadir di hati, maka keceriaan terpancar dari wajah dan sorotan mata, bak mentari pagi yang memancarkan kehangatan dan keindahan; muncullah senyuman manis dan tulus, menentramkan hati yang gelisah; dan keluarlah tutur kata yang santun dan lembut, menyejukkan jiwa yang dahaga. Mari, kita rajut persaudaraan kita seperti ini!

Mengajar Ngaji

Seorang dosen ditanya tentang pekerjaannya. Dia menjawab, "saya guru mengaji, sambil mengajar di kampus". "Gak terbalik Pak, mengajar di kampus sambil mengajar ngaji" sela yang bertanya tadi. "Tidak, Saya adalah guru mengaji, sambil mengajar di kampus" jawab Sang Dosen meyakinkan.

Semula saya bingung juga memikirkan dialog ini. Namun setelah saya teringat pesan Rasulullah saw, "Yang terbaik diantara kalian adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya" barulah saya tahu, kenapa jawaban Sang Dosen demikian. Ternyata dia berkeinginan sangat kuat untuk menjadi orang terbaik di dalam hidupnya. Makanya ia selalu mengajar ngaji, apapun pekerjaan dan profesi yang sedang ia tekuni. Ia yakin mengajar ngaji adalah tugas utama, bukan tugas sambilan jika ingin menjadi yang terbaik.

Kepada murid-murid yang mengakhiri masa studinya, Sang Dosen selalu berpesan, "Jangan tinggalkan aktifitas belajar dan mengajarkan Alquran, sesibuk apapun dirimu di kehidupan dunia ini. Karena itulah yang akan mengangkat derajatmu saat ini dan hari nanti".

"Jadilah guru mengaji sambil menjadi kuli, petani, guru, dosen atau pegawai. Jadilah guru mengaji sambil menjadi kepala daerah, anggota DPR ataupun presiden. Jadilah guru mengaji kapan dan di manapun engkau berada, sepanjang hayat dikandung badan"!

Saturday, May 23, 2009

Menggapai Bahagia

Pengajian rutin pekanan teman-teman keuangan tadi sore terasa sangat istimewa. Hal ini selain karena sudah 4 bulan libur, yang dibahas adalah hal yang menjadi tujuan banyak orang, yaitu kebahagiaan. Ya, kebahagiaan di dunia ini dan di akhirat nanti.

Ternyata untuk bahagia itu tidaklah sulit. Tidak sesulit seorang caleg yang ingin menjadi anggota DPR atau seorang tokoh yang ingin menjadi presiden. Bahkan tidak sesulit seorang honorer yang ingin menjadi PNS. Ternyata bahagia itu bisa didapat dengan cara yang sangat sederhana, asal saja ada kemauan kuat dalam diri untuk menggapainya.

Bahagia biasanya diungkapkan dalam sebuah keinginan, ”di dunia mendapatkan kebaikan, di akhirat mendapatkan kebaikan dan selamat dari siksa neraka”, itulah bahagia. Cara mudah mendapatkannya adalah dengan menteladani Rasulullah saw, dalam semua sisi kehidupannya. Kenapa?, karena Allah telah menciptakan Beliau dengan penuh kesempurnaan, berada di tataran ideal sebagai manusia, dan sangat baik dalam segala hal

Sangat mudah bukan?.
Untuk lebih memudahkan, silahkan baca buku Arrasul karya Said Hawwa, Zaadul Ma'ad karya Ibnul Qayyim al Jauziyah, Arrahiiqul makhtum karya Shofiyurahman mubar kafuri, dan buku-buku lainnya, yang menjelaskan bagaimana kehidupan Rasul sehari-hari di berbagai sisinya. Apalagi jika kita teliti, ternyata di dunia ini, tidak ada satu orangpun yang biografinya ditulis secara detail dan lengkap seperti Beliau. Luar biasa!

Saturday, April 18, 2009

Berterimakasih

Cita-cita, keinginan dan target-target hidup telah membuat orang bersemangat dalam hidup ini untuk menjalankan serangkaian kegiatannya tanpa kenal lelah sepanjang sore dan pagi hari, siang dan malam hari.

Namun demikian, tidaklah seseorang selalu bisa meraih cita-citanya, memperoleh keinginannya dan menggapai target-target hidupnya. Perencanaan yang matang, usaha yang sungguh-sungguh dan doa-doa yang dipanjatkan. Tidaklah selalu berakhir dengan tercapainya semua itu. Kadang-kadang hasil yang dicapai justru berbeda dengan apa yang direncanakan, diusahakan dan dipanjatkan dalam setiap doa.

Bolehlah kemudian kita bertanya, kenapa ini akhirnya begini dan begitu. Mencari tahu kenapa hasilnya seperti ini, tidak sesuai dengan harapan. Ini boleh dilakukan untuk mengetahui sebab-sebab kegagalan dan sebagai bahan evaluasi agar ke depan bisa mendapatkan hasil yang diharapkan dengan lebih baik.

Namun demikian. Pada saat cita-cita belum bisa diraih, keinginan belum bisa diperoleh dan target-target hidup belum bisa digapai. Tidaklah boleh kita bersedih terlalu lama dan termenung terlalu panjang, apalagi sampai membuat kita diam tidak mau beraktifitas lagi, berputus asa dan enggan untuk bangkit kembali. Kita harus selalu ingat bahwa bersama cita-cita, keinginan dan target-target hidup kita. Ada Allah, Yang Maha Tahu tentang diri kita dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kita harus menyadari bahwa Ia selalu sayang kepada kita dan akan memberikan yang terbaik untuk kita.

Sebaiknya kita katakan: “Ya Allah, kami mengakui semua ini adalah kebaikanMu untuk kami, kami ridha ya Allah dan kami ikhlas. Terimakasih atas segala kasih dan sayangMu yang selalu Kau berikan” .

Saturday, February 14, 2009

Kita Adalah Pemenang

Setiap kita adalah pemenang, dan setiap pemenang akan menjalani ujian, hambatan, cacian, cucuran keringat dan rasa sakit lebih banyak dibanding orang biasa. Jangan patah semangat, keep fight! (si)

Sunday, January 18, 2009

Buktikan Siapa Dirimu!

Ketika situasinya tenang, sangat sulit membedakan mana yang betul-betul baik dan mana yang sebaliknya. Ketika tidak ada pertarungan, tidak mudah mengenali seseorang, ia pejuang atau bukan.

Kini situasi telah berubah, musuh-musuh telah melancarkan serangannya. Korban-korban telah berjatuhan. Serangan datang silih berganti, bertubi-tubi, dari setiap penjuru, tak mengenal waktu, dan sulit diperkirakan kedatangannya. Situasinya sangat gawat, harta dan nyawa menjadi taruhan.

Pertarungan telah dimulai, genderang perang telah ditabuh. Para komandanpun telah memberikan arahan dan meneriakkan instruksi, untuk berjuang dan merebut kemenangan, hingga tetes darah pengahabisan.

Mari kita lihat, siapa sajakah pejuang sejati diantara kita?

Pertarungan inilah yang akan membuktikan, siapa diantara kita yang bersungguh-sungguh dan bersabar di jalanNya. Pertarungan ini juga akan memisahkan mutiara-mutiara dari lumpur yang bersamanya. Dan pertarungan ini pula yang akan menunjukkan siapa sajakah kekasih Allah yang layak menempati surgaNya yang penuh dengan kenikmatan, di kemudian hari?.
Saifurrahman Blog
design by: Kriswantoro © April 2007