Saifurrahman
== Aku melihat air yang mengalir menjadi jernih ==

Monday, June 22, 2009

Bersama Dengan Keikhlasan

Ternyata, pintu kebahagiaan hati yang paling lebar adalah keikhlasan. Yaitu ikhlas ketika bertemu dan berteman. Mengingatkan dan menasehati. Memperhatikan dan membantu. Menjelaskan dan membela. Bahkan ikhlas ketika berjauhan dan berpisah.

Keikhlasan itu membuat perasaan terasa lapang dan hati menjadi bahagia. Keikhlasan juga membuat yang biasa-biasa menjadi istimewa, sebagaimana yang sederhana menjadi sangat berharga.

Ketika keihlasan hadir di hati, maka keceriaan terpancar dari wajah dan sorotan mata, bak mentari pagi yang memancarkan kehangatan dan keindahan; muncullah senyuman manis dan tulus, menentramkan hati yang gelisah; dan keluarlah tutur kata yang santun dan lembut, menyejukkan jiwa yang dahaga. Mari, kita rajut persaudaraan kita seperti ini!

Mengajar Ngaji

Seorang dosen ditanya tentang pekerjaannya. Dia menjawab, "saya guru mengaji, sambil mengajar di kampus". "Gak terbalik Pak, mengajar di kampus sambil mengajar ngaji" sela yang bertanya tadi. "Tidak, Saya adalah guru mengaji, sambil mengajar di kampus" jawab Sang Dosen meyakinkan.

Semula saya bingung juga memikirkan dialog ini. Namun setelah saya teringat pesan Rasulullah saw, "Yang terbaik diantara kalian adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya" barulah saya tahu, kenapa jawaban Sang Dosen demikian. Ternyata dia berkeinginan sangat kuat untuk menjadi orang terbaik di dalam hidupnya. Makanya ia selalu mengajar ngaji, apapun pekerjaan dan profesi yang sedang ia tekuni. Ia yakin mengajar ngaji adalah tugas utama, bukan tugas sambilan jika ingin menjadi yang terbaik.

Kepada murid-murid yang mengakhiri masa studinya, Sang Dosen selalu berpesan, "Jangan tinggalkan aktifitas belajar dan mengajarkan Alquran, sesibuk apapun dirimu di kehidupan dunia ini. Karena itulah yang akan mengangkat derajatmu saat ini dan hari nanti".

"Jadilah guru mengaji sambil menjadi kuli, petani, guru, dosen atau pegawai. Jadilah guru mengaji sambil menjadi kepala daerah, anggota DPR ataupun presiden. Jadilah guru mengaji kapan dan di manapun engkau berada, sepanjang hayat dikandung badan"!

Saturday, May 23, 2009

Menggapai Bahagia

Pengajian rutin pekanan teman-teman keuangan tadi sore terasa sangat istimewa. Hal ini selain karena sudah 4 bulan libur, yang dibahas adalah hal yang menjadi tujuan banyak orang, yaitu kebahagiaan. Ya, kebahagiaan di dunia ini dan di akhirat nanti.

Ternyata untuk bahagia itu tidaklah sulit. Tidak sesulit seorang caleg yang ingin menjadi anggota DPR atau seorang tokoh yang ingin menjadi presiden. Bahkan tidak sesulit seorang honorer yang ingin menjadi PNS. Ternyata bahagia itu bisa didapat dengan cara yang sangat sederhana, asal saja ada kemauan kuat dalam diri untuk menggapainya.

Bahagia biasanya diungkapkan dalam sebuah keinginan, ”di dunia mendapatkan kebaikan, di akhirat mendapatkan kebaikan dan selamat dari siksa neraka”, itulah bahagia. Cara mudah mendapatkannya adalah dengan menteladani Rasulullah saw, dalam semua sisi kehidupannya. Kenapa?, karena Allah telah menciptakan Beliau dengan penuh kesempurnaan, berada di tataran ideal sebagai manusia, dan sangat baik dalam segala hal

Sangat mudah bukan?.
Untuk lebih memudahkan, silahkan baca buku Arrasul karya Said Hawwa, Zaadul Ma'ad karya Ibnul Qayyim al Jauziyah, Arrahiiqul makhtum karya Shofiyurahman mubar kafuri, dan buku-buku lainnya, yang menjelaskan bagaimana kehidupan Rasul sehari-hari di berbagai sisinya. Apalagi jika kita teliti, ternyata di dunia ini, tidak ada satu orangpun yang biografinya ditulis secara detail dan lengkap seperti Beliau. Luar biasa!

Saturday, April 18, 2009

Berterimakasih

Cita-cita, keinginan dan target-target hidup telah membuat orang bersemangat dalam hidup ini untuk menjalankan serangkaian kegiatannya tanpa kenal lelah sepanjang sore dan pagi hari, siang dan malam hari.

Namun demikian, tidaklah seseorang selalu bisa meraih cita-citanya, memperoleh keinginannya dan menggapai target-target hidupnya. Perencanaan yang matang, usaha yang sungguh-sungguh dan doa-doa yang dipanjatkan. Tidaklah selalu berakhir dengan tercapainya semua itu. Kadang-kadang hasil yang dicapai justru berbeda dengan apa yang direncanakan, diusahakan dan dipanjatkan dalam setiap doa.

Bolehlah kemudian kita bertanya, kenapa ini akhirnya begini dan begitu. Mencari tahu kenapa hasilnya seperti ini, tidak sesuai dengan harapan. Ini boleh dilakukan untuk mengetahui sebab-sebab kegagalan dan sebagai bahan evaluasi agar ke depan bisa mendapatkan hasil yang diharapkan dengan lebih baik.

Namun demikian. Pada saat cita-cita belum bisa diraih, keinginan belum bisa diperoleh dan target-target hidup belum bisa digapai. Tidaklah boleh kita bersedih terlalu lama dan termenung terlalu panjang, apalagi sampai membuat kita diam tidak mau beraktifitas lagi, berputus asa dan enggan untuk bangkit kembali. Kita harus selalu ingat bahwa bersama cita-cita, keinginan dan target-target hidup kita. Ada Allah, Yang Maha Tahu tentang diri kita dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kita harus menyadari bahwa Ia selalu sayang kepada kita dan akan memberikan yang terbaik untuk kita.

Sebaiknya kita katakan: “Ya Allah, kami mengakui semua ini adalah kebaikanMu untuk kami, kami ridha ya Allah dan kami ikhlas. Terimakasih atas segala kasih dan sayangMu yang selalu Kau berikan” .

Saturday, February 14, 2009

Kita Adalah Pemenang

Setiap kita adalah pemenang, dan setiap pemenang akan menjalani ujian, hambatan, cacian, cucuran keringat dan rasa sakit lebih banyak dibanding orang biasa. Jangan patah semangat, keep fight! (si)

Sunday, January 18, 2009

Buktikan Siapa Dirimu!

Ketika situasinya tenang, sangat sulit membedakan mana yang betul-betul baik dan mana yang sebaliknya. Ketika tidak ada pertarungan, tidak mudah mengenali seseorang, ia pejuang atau bukan.

Kini situasi telah berubah, musuh-musuh telah melancarkan serangannya. Korban-korban telah berjatuhan. Serangan datang silih berganti, bertubi-tubi, dari setiap penjuru, tak mengenal waktu, dan sulit diperkirakan kedatangannya. Situasinya sangat gawat, harta dan nyawa menjadi taruhan.

Pertarungan telah dimulai, genderang perang telah ditabuh. Para komandanpun telah memberikan arahan dan meneriakkan instruksi, untuk berjuang dan merebut kemenangan, hingga tetes darah pengahabisan.

Mari kita lihat, siapa sajakah pejuang sejati diantara kita?

Pertarungan inilah yang akan membuktikan, siapa diantara kita yang bersungguh-sungguh dan bersabar di jalanNya. Pertarungan ini juga akan memisahkan mutiara-mutiara dari lumpur yang bersamanya. Dan pertarungan ini pula yang akan menunjukkan siapa sajakah kekasih Allah yang layak menempati surgaNya yang penuh dengan kenikmatan, di kemudian hari?.

Tuesday, January 06, 2009

Bantulah Palestina

Ya Allah, Yang Maha Pengasih dan Penyayang..
Tolonglah saudara-saudara kami di Palestina ya Allah. Berilah mereka kekuatan untuk membela diri dari kekejaman Israel. Berilah mereka kesabaran di medan juang. Teguhkan langkah-langkah mereka di jalanMu ya Allah, hingga mendapatkan hidup mulia atau gugur sebagai syuhada.

Ya Allah, Berilah kami kemampuan untuk membuktikan iman kami, dengan kepedulian kami kepada mereka, berupa bantuan doa, dana dan unjuk rasa yang kami bisa. Jika Kau perkenankan, tenaga dan nyawa ini juga ingin kami persembahkan untukMu di sana.

Monday, January 05, 2009

Mari Anakku..

Anakku..
Ayah sekarang sedang bersiap pergi ke Palestina. Berjuang karena Allah, untuk membebaskan hamba-hambaNya yang teraniaya.

Kalau saja ajal telah tiba. Engkau pun harus segera ke sana. Menggantikan ayah, meneruskan perjuangan ini!.

Pukullah Israel dengan kedua tanganmu!
Terjanglah mereka dengan kaki-kaki kuatmu!
Patahkan tangan dan kaki-kaki mereka!
Arahkan pelurumu ke jantung-jantung mereka!
Ledakkan bom-bom di pusat-pusat pertahanan mereka!.

Karena mereka tidak punya belas kasihan.
Kejahatan mereka harus dibalas.
Tangan dan kaki-kakimu adalah pembalasnya.

Agar gerimis musim semi turun kembali, benih-benih subur tumbuh kembali, bunga-bunga indah bersemi kembali, di bumi yang diberkahi, negeri tercinta, Palestina. Negeri yang dulu telah banyak membantu dan mendukung perjuangan kemerdekaan bagi Indonesia kita.

Duka Yang Panjang

Ketika kita bergembira dengan datangnya tahun baru, bersiap mewujudkan mimpi dan harapan baru, memulai langkah untuk sebuah kesuksesan baru.

Kita diingatkan dengan sebuah wajah duka, duka dari tahun ke tahun, duka yang tiada kunjung berubah, yaitu duka negeri dan rakyat Palestina. Duka yang merenggut kebahagiaan mereka, mencabut ketenangan mereka, mencabik-cabik kehormatan mereka. Dan duka yang memupuskan mimpi dan harapan-harapan mereka.

Serangan besar-besaran dilakukan kembali oleh Israel sejak 27 Desember 2008. Korban-korban bergelimpangan. Dalam sembilan hari, korban tewas mencapai 500 orang, 100 anak di antara mereka, yang terluka mencapai 2.450 orang. Korban tewas dipastikan terus bertambah akibat serangan Israel yang tidak kunjung berhenti. Apalagi banyak korban luka yang kritis belum bisa ditangani, mereka bergelimpangan di rumah sakit dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, umumnya mengalami luka sangat serius, seperti kaki hancur terkena serangan bom.

Serangan bertubi-tubi dilakukan Israel hampir rata-rata di setiap 20 menit. Serangan lebih intensif dilakukan pada malam hari. Serangan dilakukan tanpa memilih sasaran. Anak-anak dan perempuan menjadi korban utamanya. Sekolah-sekolah tutup, warga hanya bersembunyi di rumah, sementara persediaan makanan dan obat-obatan tidak cukup memadai, rumah-rumah sakit dan klinik kekurangan fasilitas.

Lapar tanpa makanan,
dingin tanpa selimut,
sakit tiada obat.
Anggota badan yang luka dan cedera,
keluarga yang selalu berkurang,
rumah yang hancur berkeping-keping,
Itulah hari-hari mereka.

Akhir tahun mereka tutup dengan kepedihan,
awal tahun mereka sambut dengan luka yang kian parah.
Derai air mata dan tumpahan darah terus mengalir tiada henti.
Kapankah mereka menikmati ketenangan dan keindahan hidup ini?,
kapankah mereka bisa mewujudkan mimpi dan harapan?.

Monday, December 29, 2008

Selamat Tahun Baru 1430 Hijriyah

“Semoga di tahun baru ini kita semakin sadar bahwa bertambahnya waktu berarti semakin jauh kita dari dunia ini, dan semakin dekat kita pada akhirat. Ya Rabb…. bantu hamba mengumpulkan bekal, jangan lenakan hamba dengan dunia yang fana. Amiin." (from My sister)

Saifurrahman Blog
design by: Kriswantoro © April 2007