Saifurrahman
== Aku melihat air yang mengalir menjadi jernih ==

Sunday, April 29, 2007

Hati Yang Bahagia


Bisa beribadah dengan khusu'. Membantu orang lain menyelesaikan kesulitannya. Menjadikan orang lain tersenyum bahagia.

Betapa senangnya hati ini.

Kelompok Yang Selamat

Ada seorang teman yang mengaku resah dengan adanya beberapa orang yang mengaku paling benar dan paling selamat dari umat Islam. Mereka ini suka mencela dan menyinggung perasaan siapa saja yang tidak sependapat dengan mereka.
Kepada teman ini saya katakan: "Sabar, tidak usah resah. Memang begitulah biasanya orang yang ilmunya masih sedikit." Saya tambahkan kepadanya bahwa yang menjadi penilaian dalam agama ini adalah amal dan keikhlasan. Seberapa banyak amal kita dan seberapa ikhlas kita mengerjakannya itulah yang menjadi prestasi kita di hadapan Allah.
Mengaku diri paling ikut Nabi, namun perbuatan, sikap sehari-hari dan hatinya tidak sejalan dengan apa yang dicontohkan oleh Nabi, siapa yang menjamin sebagai orang yang paling benar dan selamat?.

Hidup Bagai Air Yang Mengalir

Dua bulan yang lalu rumah saya mendapatkan tamu silaturrahim, Ustadz Saiful Fadli, silaturrahim ini bagi saya terasa cukup istimewa karena beliau mengajak sekelompok murid pengajian pekanannya.

Di tengah pertemuan ada seorang murid yang bertanya kepada saya: "Kak, kenapa Kakak betah hidup diperantauan dan tidak pulang ke kampung halaman?" saya agak heran mendengarnya, seingat saya baru sekarang saya ditanya seperti ini.
Saya bilang, bahwa saya suka dirantau karena saya ingat pesan imam Syafii, beliau mengumpamakan manusia seperti air, jika air itu mengalir maka ia akan jernih, namun jika ia tergenang akan menjadi keruh.
Yang saya fahami dari nasehat beliau adalah bahwa dalam hidup ini kita harus selalu beraktifitas yang baik. Selalu bergerak bagaikan air yang mengalir menuju tujuannya. Karena dengan itu kita menjadi tetap baik.
Pergi menuntut ilmu atau mengajarkannya, merantau mencari rizki yang halal dan thoyyib, beranjak pergi untuk mengajak orang melakukan kebaikan termasuk bagian dari itu.

"Kalau begitu saya juga harus pergi ya Kak" kata seorang lagi, "Tapi harus ke mana ya?" ustadz Saiful Fadli kemudian menjelaskan bahwa menyelesaikan tugas-tugas kuliah termasuk bagian dari itu. Dan nanti kalaupun harus tinggal di tempat yang jauh itu karena pertimbangan kebaikan terbesar yang bisa diberikan untuk orang banyak. Tinggal di tempat yang sangat membutuhkan kita, di sana kita bisa melakukan dan memberikan yang terbaik yang kita miliki, itulah tempat mengembara yang terbaik dan mesti dituju. Kata beliau bersemangat.

Karena malam makin larut, maka kamipun berpisah untuk melanjutkan perjalanan masing-masing, Jazaa kumullah atas kehadiran semuanya.

Perbedaan Itu Indah

Saya kadang berfikir, kenapa burung merak diciptakan dengan berbagai warna, kenapa tidak satu warna saja?. Subhanallah, pastilah ada hikmah di balik penciptaan itu.

Demikian halnya dengan keragaman hidup manusia. Tidak pernah ada satu generasipun yang satu pendapat dalam segala hal. Dalam satu rumah, satu RT, satu kampung, satu kelas, satu sekolah, satu negara atau komunitas lainnya sekecil dan sebesar apapun pastilah di dalamnya terdapat perbedaan-perbedaan. Itulah realitas yang selalu terjadi.

Perbedaan tidak boleh menjadikan hati kita sedih apalagi saling bermusuhan. Justru dengan adanya perbedaan kita bisa saling berdiskusi, mengingatkan dan menasehati. Adanya perbedaan menjadikan hidup ini penuh dengan romantika. Bagaikan burung merak, elok dipandang karena warnanya yang bermacam-macam.

Sunday, April 08, 2007

Belajar Dari Ibrahim

Dulu, seringkali saya mencemaskan tentang diri saya sendiri, tentang rizki, sehat dan sakit. Bahkan tentang kematian yang akan datang menjemput secara tiba-tiba.

Namun, sejak saya membaca kisah Nabi Ibrahim dalam Al Quran Surat 26 ayat 69 sampai 89, hati saya merasa tenang, dan merasa lebih bahagia.

Saat ini, yang terpenting bagi saya adalah bagaimana bisa menjadi buah tutur yg baik, dan bisa menghadap Allah dengan hati yang bersih.

Monday, April 02, 2007

Pelajaran Dari Desaku

Dulu, ketika kecil saya belajar di TK dan MI Bustanul Ulum, desa Rowokangkung. Di depan sekolah setiap pagi saya lihat tanaman padi yang tumbuh subur di sawah yang luas membentang. Di sebelah timur matahari bersinar terang, sedangkan di arah barat terlihat puncak gunung Semeru dari kejauhan. Di depan sekolah terdapat dua batang pohon tembesu yang sangat rindang, tempat kami bermain dan berteduh jika hari sudah siang. Di belakang dan samping kanan sekolah terdapat juga pohon-pohon yang tinggi dan bermacam-macam jenisnya. Sementara di atas saya lihat langit yang biru dan begitu luas.

Saya kagum betapa indahnya alam ini.

Suasana dan pemandangan seperti itulah, yang menjadikan saya belajar sepanjang hari, betapa maha kuasanya Allah, yang telah menciptakan semua ini. Segala puji hanya milik Allah, Pencipta, Pemelihara dan Pengatur alam semesta.

Kunci Sukses Dalam Hidup

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran."

Banyaknya harta, tingginya pangkat, deretan gelar, dan ribuan pujian. Semua tiada gunanya sama sekali, jika bersamanya tidak ada iman, amal shaleh dan saling menasehati.

Generasi terdahulu sering membaca surat ini di penghujung perjumpaan mereka. Sebagai pesan bahwa di mana saja berada, masing-masing harus tetap menjaga iman, amal shaleh dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Inilah kunci sukses hidup mereka.

Saat ini, apakah kita juga sering saling mengingatkan dengan kunci sukses ini?

Ingin Menjadi Mecusuar

Dalam hidup ini, saya ingin seperti mercusuar. Melihatnya orang merasa senang. Ia pancarkan cahaya sejauh mana ia mampu, sehingga setiap orang tau ke arah mana harus berlayar, dan di mana tempat berlabuh. Dengan petunjuknya, orang yang hampir putus asa bergairah kembali dalam hidupnya. Kebaikannya dirasakan oleh siapa saja yang ada di sekitarnya.

Hidup Ini Adalah Cerita


لاشيئ يدوم فكن حديثا جميل الذكر

"Tiada sesuatu (di dunia ini) yang kekal abadi, maka jadikanlah dirimu sebuah cerita yang indah untuk dikenang"!
Saifurrahman Blog
design by: Kriswantoro © April 2007