
Aliran sesat menjadi pembicaraan hangat di negeri ini. Semua media, baik cetak maupun elektronik dengan gencar mengupasnya sepanjang siang dan malam. Pelakunya dikejar-kejar, ditangkap, diinterogasi dan diadili, bahkan tak jarang dari mereka yang disakiti.
Saudaraku, siapa sesungguhnya para pengikut aliran sesat itu?. Siapa yang menjadi pembicaraan negetif di semua media itu?. Ternyata mereka tak jauh dari kita, tak jauh dari tempat kita berada. Mereka mungkin saudara kita, tetangga kita, teman kerja kita, teman organisasi kita, teman se-almamater kita, teman bisnis kita. Mereka mungkin juga satu suku dengan kita, satu pulau dengan kita, … atau setidaknya mereka satu tanah air dengan kita.
Saya tidak hendak berbicara tentang kesesatan mereka, karena sudah sangat banyak yang membicarakannya. Saya hanya ingin kita merenung sejenak, sebenarnya apa yang telah kita lakukan untuk mereka selama ini?, sebelum mereka tersesat dan kita caci maki. Apakah kita sudah memperhatikan kondisi mereka, apakah kita pernah peduli kepada mereka, apakah kita pernah menyampaikan kebenaran kepada mereka, menasehati mereka. Jika mereka mukmin, pernahkah kita berikan hak-hak mereka sebagai mukmin, pernahkah kita membuktikan cinta kita kepada mereka sebagai sesama mukmin?.
Jika kita hanya pandai mencela setiap kemunculan aliran sesat, tanpa berbuat sedikitpun selain itu, maka jangan heran kalau di kemudian hari semakin banyak bermunculan aliran serupa, dengan pengikut yang bisa jadi semakin banyak.
Mari merenung sejenak. Jika kita beriman, apakah akan diam melihat banyaknya kejahiliyahan di sekitar kita. Apakah akan diam setelah tahu betapa banyaknya orang yang tidak tahu tentang Islam yang sebenarnya?. Sementara Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan walaupun hanya satu ayat, menyuruh kita untuk saling menasehati, menyuruh kita membiasakan amar makruf dan nahi munkar dengan segenap kemampuan yang dimiliki, menyuruh kita mengajak ke jalan Allah dengan hikmah, nasehat yang baik dan berdiskusi dengan cara terbaik.
Mari merenung, lalu bengkit dan memulai!. Perbaiki diri, keluarga, masyarakat, negeri dan dunia ini dari kesesatan dan kerusakan. Menuju keridhaan Allah SWT.